Senin, 29 Mei 2017

Filled Under: , , , ,

Industri Fashion Dalam Negeri


Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong pertumbuhan industri fashion dalam negeri agar mampu meningkatkan daya saingnya.

Hal ini dilakukan karena pada saat ini industri fashion dalam negeri tengah mengahadapi berbagai hambatan seperti serbuan produk impor, hingga selundupan pakaian bekas dari negara asing.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, melihat persoalan tersebut, ada beberapa upaya-upaya yang dilakukan pemerintah agar mendorong industri fashion untuk berkembang.

Antara lain, penumbuhan wirausaha baru, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk impor dan juga penguatan pendidikan vokasi industri fashion yang tersertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

"Selain itu, fasilitasi kemudahan Kredit Usaha Rakyat, restrukturisasi mesin dan peralatan, fasilitasi promosi, pendampingan tenaga ahli desain, peningkatan kompetensi SDM serta penguatan branding produk fashion," ungkap Airlangga saat membuka gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 di Jakarta Convention Centre, Rabu (1/2/2017).

Selain dari sisi produksi, pemasaran hingga kompetensi sumber daya manusia industri fashion, Kemenperin juga memperluas pasar bagi Industri Kecil Menengah (IKM) melalui program e-Smart IKM.

Dengan program e-Smart ini, para IKM dapat memperluas akses pasarnya melalui pasar online dan akan mendapatkan berbagai program pembinaan dari Kemenperin maupun Bukalapak, selaku mitra dalam program tersebut.

"Kami berharap pelaku usaha industri fashion dapat bergabung dengan program e-Smart IKM," harap Airlangga.

Sementara dalam rangka meningkatkan ekspor, pemerintah juga memberikan fasilitasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) serta memberikan fasilitasi pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Dalam implementasinya LPEI akan memfasilitasi IKM dengan memberikan akses pendanaan yang mudah, murah dan dengan suku bunga kompetitif, bagi IKM yang membutuhkan modal kerja maupun investasi dalam rangka ekspor.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik nilai ekspor produk fashion pada tahun 2015 mencapai 12,11 miliar dollar AS dengan pasar utama Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.

0 komentar:

Posting Komentar